startup corner

Dengan semakin berkembangnya e-Commerce beberapa tahun belakangan ini di Indonesia, diprediksi akan menjadi raksasa bisnis penjualan online terbesar untuk cakupan wilayah Asia Selatan pada 2020.

“Bukan tak mungkin, dari tingginya tingkat transaksi online selama 3 tahun ini dan ditambah lagi setelah melihat korporasi yang dilakukan Lazada dan Alibaba,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Sebagai pemain e-Commerce terbesar Tiongkok, Alibaba sudah sangat kondang, apalagi ketika Alibaba mengambil Lazada dengan saham mayoritas dan menjadi ‘controling stake’ di Lazada.

Kerjasama yang dibangun Alibaba dan Lazada ini tak lepas dari pengamatan Rudiantara. Karena jika aksi korporasi ini berjalan dengan baik, bukan tak mungkin berdampak positif bagi perkembangan e-Commerce di tanah air.

Saat ini hubungan Tiongkok dan Indonesia dari segi pertumbuhan ekonomi sangat bagus, meskipun sempat melambat beberapa tahun belakangan, tambah Menteri Rudiantara, yang akrab dengan sapaan Chief RA.

“Jangka waktu 5 tahun bisa menjadikan Indonesia sebagai raksasa Asia Selatan, sedangkan China akan berjaya menguasai Asia Utara. Artinya, dengan hadirnya Alibaba di Indonesia bisa menjadi peta perkembangan dan pertumbuhan e-Commerce,” tandas Chief RA.

Berdasarkan perhitungan transaksi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok pada tahun lalu melalui sektor consumer goods, mampu mencapai hingga 45 miliar dolar AS. Pendapatan tersebut diyakini akan meningkat pesat di sektor e-Commerce jika kedua negara telah saling terkoneksi.

Menurut Rudiantara, “Tidak bisa dipungkiri, upaya kerjasama bisa berdampak pada percepatan efisiensi dalam bentuk kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara pada masa depan. Diperkirakan, tingkat pertumbuhan pendapatan tahun 2020 akan meningkat sebesar 130 miliar dolar AS, terkait potensi sektor e-Commerce”.

Sebagai informasi, Lazada, adalah marketplace e-Commerce marketplace Asia Tenggara, yang menjangkau Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Secara potensi, tingkat pendapatan Lazada mampu menyentuh angka 1,5 miliar dolar AS pada 2015.

Rocket Internet, Tesco Inc, dan Rocket and Investment AB Kinnevik, adalah pemegang saham Lazada. Dan, Rocket Internet pernah mengalami kerugian hampir 200 juta euro, dan memperoleh pendapatan sebesar 429 juta euro pada 2015.


Sumber : Detik.com

 

 

December 24, 2016

Indonesia, Raksasa e-Commerce Asia Selatan Tahun 2020

Dengan semakin berkembangnya e-Commerce beberapa tahun belakangan ini di Indonesia, diprediksi akan menjadi raksasa bisnis penjualan online terbesar untuk cakupan wilayah Asia Selatan pada 2020. “Bukan tak […]
December 15, 2016

Faktor e-Commerce Semakin Aduhai Di Tanah Air

Semakin hari, sektor industri e-Commerce di Indonesia semakin semakin menggeliat saja. Hal ini terlihat dari berkembangnya istilah jual beli online yang menjadi barometer e-Commerce dengan menggunakan […]
December 1, 2016

Sebar Lowongan Pekerjaan, Dulang Karyawan Berkualitas

Di tengah isu persaingan kerja yang cukup tajam, muncul dua startup memberikan solusi bagi kaum difabel dan kalangan profesional. 
November 30, 2016

Exponential Branding, Apa Itu?

Melakukan branding dengan konservatif sudah banyak ditinggalkan. Idealnya sebuah branding juga harus tumbuh positif seiring perkembangan teknologi, seperti mengutip istilah deret eksponensial dalam ilmu Matematika. Komitmen […]