Dana Repatriasi

Artikel ini diambil dari Bisnis Indonesia.

Salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM adalah kemampuan dalam meng­akses sumber dana. Sementara untuk mendapatkan pembiayaan yang berasal dari bank tidak mudah bagi UMKM. Pada umumnya bank sulit dalam mentoleransi risiko yang melekat pada sektor UMKM.

Menurut data Kementerian Negara Koperasi dan UKM (2014), koperasi dan UMKM jumlah­nya mencapai lebih dari 98% dari pelaku eko­nomi di Indonesia, sehingga posisinya sangat vital dan nyata dalam mempercepat dan men­dorong pertumbuhan ekonomi nasional. Jum­lah UMKM mencapai lebih dari 58 juta unit usaha dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lebih dari 97% atau sekitar 107 juta orang. Hal ini merupakan aset nasional bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi, te­tapi masalah permodalan merupakan masalah klasik bagi koperasi dan UMKM tersebut.

Modal ventura merupakan altematif dan paling cocok bagi UMKM dan kewirausahaan sebagai sumber pendanaan. Model investasi modal ventura dengan penyertaan modal atau dalam bentuk pembiayaan lainnya ke dalam suatu perusahaan sebagai pasangan usaha (investee) dalam jangka waktu tertentu dipan­dang lebih tepat dalam pembiayaan UMKM (start up) karena dapat membangun dari tahap awal perusahaan yang belum memiliki standar sebagai perusahaan terbuka ataupun memiliki riwayat operasional.

UMKM FUND

Perusahaan Modal Ventura (PMV) tidak dapat menjalankan misinya sebagai angel investors dan berkontribusi besar kepada UMKM, start up dan enterpreneurs, khususnya dalam memberikan dukungan pembiayaan ter­hadap sektor-sektor produktif terutama sektor yang menjadi prioritas pembangunan ekonomi pemerintah apabila PMV sendiri tidak memi­liki modal yang memadai.

Pembentukan lembaga UMKM Fund oleh pemerintah bisa menjadi solusi bagi pembiaya­an UMKM dan start up yang dianggap memi­liki prospek yang cerah di mana UMKM Fund nantinya akan dikelola oleh PMV khususnya yang memiliki afiliasi dengan pemerintah (BUMN) agar bisa dikontrol dan diawasi oleh publik dan 0JK.

Lewat UMKM Fund ini pemerintah dapat mendorong terkumpulnya dana-dana (pool of fund) dari pemerintah, investor perorang­an, dana pensiun, asuransi, dan lainnya untuk dikelola UMKM Fund dengan perun­tukan untuk pembiayaan UMKM dan start up yang memiliki prospek yang cerah baik dengan skema penyertaan saham (equity participation). Selama ini PMV belum mak­simal menjalankan model pembiayaan penyertaan saham karena terkendala dana yang masih terbatas, padahal penyertaan saham jauh lebih meng­untungkan apabila dikelola dengan baik.

Di satu sisi, dana repatriasi dapat menjadi sebagai sumber daya baru untuk pembiayaan UMKM yang dapat ditanam di UMKM Fund setelah UU Tax Amnesty yang telah disetujui DPR yang menurut Global Financial Integrity dana repatriasi mencapai Rp3.000  Triliun. Namun, agar dapat menjamin dana tersebut dapat digu­nakan dalam UMKM Fund maka beberapa aspek harus mendapatkan jaminan dari para stakeholders yaitu berupa rasa aman terhadap uang (dana repa­triasi) tersebut, dukungan payung undang-undang yang memadai dan tentu saja return yang menggiurkan dengan menanamkan dananya pada UMKM Fund.

Dana-dana investor yang telah terkumpul di UMKM Fund akan dikembalikan dalam ben­tuk bagi hasil atau deviden dari UMKM-start up yang telah dibiayai. Di samping itu, agar pengelolaan UMKM Fund dapat maksimal ke­pada UMKM dan start up, dana investor terse­but diinvestasikan dengan tenor yang panjang sehingga PMV dapat menggunakannya untuk menyediakan akses permodalan bagi pelaku usaha dan UMKM-start up yang berorientasi pada socialpreneurship, produk inovasi tekno­logi, ramah lingkungan, sektor produktif dan padat karya.

Selain pendanaan, UMKM Fund membe­rikan bantuan kepada investee (UMKM-start up) dalam hal pendampingan struktural, manajemen dan operasional karena modal ventura memberikan permodalan sekaligus bimbingan manajemen sehingga investee mampu berkembang.

Proses seleksi tetap akan dilakukan ke­pada calon investee (UMKM-start up) namun tentunya berbeda dengan proses pada pembiayaan pada umumnya. Calon investee (UMKM-start up) yang mengajukan pembiayaan yang lolos berkas akan diinkubasi dan ditraining sebelumnya akhirnya akan dibiayai atau tidak dengan skema penyertaan saham.

Dari proses ini diharap­kan start up yang memiliki prospek cerah dapat lahir di Indonesia. Sebagaimana di luar negeri PMV sangat besar jasanya dalam mem­bangun entrepreneurship dan start up dengan skema equity participation seper­ti Ford, Apple Computer, Microsoft, Kentucky Fried Chicken, Sock Shop, Wang Computer, Haagen Daz Ice Cream, IBM, HP, Facebook, Youtube, Google, Ebay, dan IBM.

Minat besar pemerintah dalam mengembangkan UMKM dan enterpreneurship dapat terwujud salah satunya melalui Modal Ventura dan maksimalisasi potensi dana repatriasi yang pada gilirannya dapat memberikan dampak besar dalam program ftnancial inclusion, pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan perekonomian nasional.

September 20, 2016

Modal Ventura, Dana Repatriasi & UMKM

Artikel ini diambil dari Bisnis Indonesia. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM adalah kemampuan dalam meng­akses sumber dana. Sementara untuk mendapatkan pembiayaan yang […]