Sebar Lowongan Pekerjaan, Dulang Karyawan Berkualitas

Sebar Lowongan Pekerjaan, Dulang Karyawan Berkualitas

Di tengah isu persaingan kerja yang cukup tajam, muncul dua startup memberikan solusi bagi kaum difabel dan kalangan profesional. 

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, pada 2014 jumlah tenaga kerja Indonesia berkisar 121,87 juta orang. Dari sekian banyak itu, yang terserap adalah 114,63 juta jiwa. Muncullah angka pengangguran sebanyak 7,24 juta orang.

Pemerintah kian gencar mendorong generasi muda untuk berwirausaha agar mampu mrengurangi jumlah pengangguran. Banyak jenis wirausaha yang bisa dikembangkan dan tidak harus membuka toko. Seperti yang dilakukan oleh CEO Seekmi.com Nayoko Wicaksono, dalam mengembangkan marketplace para profesional.

Seekmi.com mencoba menghubungkan penyedia jasa dengan konsumen, dengan beragam tingkat kebutuhan. Tukang kebun, pembantu rumah tangga, kontraktor umum, hingga guru privat bisa didapatkan dengan mudah.

Menurut pengakuan dari Nayoko, ide dasar Seekmi ini terinspirasi dari Thumbtack, sebuah situs Amerika Serikat yang juga menawarkan jasa yang sama. Situs asal AS itu bahkan sudah mendapatkan kucuran dana US$ 130 juta dari Google dan Sequioa Capital.

Berdasarkan cara kerjanya, Seekmi berfungsi sebagai jembatan dalam memfasilitasi antara penyedia jasa dengan konsumen. Sekaligus memberikan rekomendasi jasa yang relevan, berikut ongkos yang harus dibayarkan.

Meski baru berdiri sekitar satu tahun, Seekmi sudah mendapatkan kucuran dana dari grup EMTEK, dan beberapa angel investor seperti Justin Kan, investor startup asal Amerika Serikat. Selain itu , Maria Elka Pangestu, mantan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif turut serta memberikan kontribusi kepada Seekmi.com

Tak Cuma Tukang Pijit

Ada satu hal menarik dan luput dari pandangan para startup, yaitu memberikan peluang kerja bagi para penyandang difabel. Berbeda halnya dengan Rubby Emir, CEO kerjabilitas.com, “Peluang atau tawaran kerja untuk penyandang difabel masih sedikit. Mungkin saja karena banyaknya penyedia kerja tidak mengerti proses pengelolaannya.”

Dari data WHO, jumlah penyandang difabel di Indonesia mencapai 15% atau sekitar 20 juta jiwa, meskipun angka tersebut mungkin saja belum akurat jika dilihat dari keberadaan mereka. Rubby juga menambahkan, “Investor yang nantinya mau bekerjasama dengan kami idealnya harus memiliki concern terhadap masalah sosial, dan bukan sekadar mengejar keuntungan.”

Selain itu, kerjabilitas.com yang masih bernaung di bawah LSM Saujana, Yogyakarta, ini mencoba untuk mengubah status mereka menjadi perseroan terbatas alias PT, jika ada investor yang tertarik. Nantinya, Saujana sebagai NGO akan menjadi salah satu pemegang saham.

Sebagai informasi, dari tujuh startup Indonesia yang pengikuti program inkubasi Google Launchpad di Silicon Valley, kerjabilitas.com adalah salah satunya. Kerjabilitas.com juga didukung Google for Nonprofits dari segi pemasaran dengan memberikan kucuran dana sebesar US $ 10.000 sebagai biaya promosi di Google AdWorks.

Sebagai upaya untuk menggali potensi para difabel, kerjabilitas juga mendatangi Sekolah Luar Biasa (SLB), agar nantinya mampu bekerja di perusahan dan tidak jadi tukang pijit saja.

Hadirnya dua tech startup itu diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran Indonesia.


Sumber: Marketeers, April 2016

 

admin
admin
Administrator of Parama Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *