Faktor e-Commerce Semakin Aduhai Di Tanah Air

Faktor e-Commerce Semakin Aduhai Di Tanah Air

Semakin hari, sektor industri e-Commerce di Indonesia semakin semakin menggeliat saja. Hal ini terlihat dari berkembangnya istilah jual beli online yang menjadi barometer e-Commerce dengan menggunakan internet sebagai basis transaksi. Selain offline yang secara fisik memiliki toko, ritel online juga dengan gampangnya ditemukan, apalagi marketplace yang menghubungkan pedagan online dengan konsumen.

“Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan dan penetrasi internet tertinggi didunia. Setiap tahunnya, pengguna internet naik sebesar 19%” menurut  Nina Jasmine Wijono, Head of Vendor Acquisition SSU Lazada Indonesia.

Bahkan dari statistik menyebutkan, pertumbuhan jual beli online dalam dua tahun belakangan ini menyentuh angka 400% di Indonesia. Jika dibandingkan dengan toko offline, mereka hanya mampu berada dikisaran angka 20% saja.

Dari keterangan Jasmine,  ada tiga faktor yang menjadikan e-Commerce meledak, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara.

Faktor pertama, usia. Bagi mereka yang belum memasuki usia 40 tahun, memiliki tingkat penetrasi yang sangat tinggi. Dilevel ini mereka bisa dianggap sebagai pencetus munculnya trend jual beli secara online. Terutama sekitar 70% masyarakat di Asia Tenggara.

Faktor kedua, gaya hidup. Dengan munculnya internet, ada kebutuhan akan gaya hidup digital. Bahkan sampai bergantung hidupnya pada perangkat digital seperti smartphone. Tak lain adalah penetrasi internet sebagai pendorong. Ditambah lagi harga smartphone yang semakin terjangkau membuat penetrasi internet akan mencapai puncaknya ditahun 2020 mendatang.

Faktor ketiga, logistik.  “komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur logistik dengan anggaran sekitar 290 triliun rupiah, bisa membantu mempermudah alur logistik bagi para pemain e-commerce. Sebagai contoh, dengan bertambahnya jalan baru, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api bisa mempercepat penetrasi internet, terutama bagi para pengguna e-commerce”, ujar Jasmine.

Melihat perkembangan yang sangat besar itu, diprediksi pengguna internet pada tahun 2020 di negara Asia Tenggara akan mencapai 480 juta orang.


Sumber: marketeers.com

 

 

 

admin
admin
Administrator of Parama Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *